DENPASAR – Produk dan brand lokal Bali di Sira Village Grand Outlet Bali mendapat perhatian dari wisatawan mancanegara. Kehadiran Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali di destinasi ritel tersebut sekaligus membuka peluang bagi produk lokal untuk tampil berdampingan dengan berbagai merek global.
I Komang Kartika, Supervisor E-commerce dan Exhibition Sunaka Jewelry, menjelaskan sejak membuka gerai di Sira Village melalui fasilitas yang diberikan manajemen, produknya banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik dari Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya.
“Paling ramai di weekend sih. Lokalan juga ada, paling perbandingannya itu 60% wisatawan mancanegara, 40% wisatawan domestik. Jadi memang kebanyakan orang-orang luar itu mencari gift yang memang tidak ada di negaranya. Nah, kami di galeri IKM Bali bisa jadi salah satu opsinya, pas ada di Sira Village ini,” jelas Kartika, Jumat (14/8/2026).
Brand Lokal Bali Mendapat Ruang di Sira Village
Kartika menjelaskan kesempatan untuk hadir di Sira Village datang tanpa harus terlebih dahulu mengajukan diri.
“Ini bahkan kita nggak perlu mengajukan diri dulu, langsung diajak sama tim Sira Village. Buat IKM yang selama ini susah masuk mal-mal besar, ini kesempatan langsung buka jalan, sekaligus jadi cara kita membuktikan produk lokal nggak kalah sama brand-brand sekelasnya,” ujar Kartika.
Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, menjelaskan kehadiran produk IKM di Sira Village turut mematahkan stigma bahwa produk lokal tidak dapat bersaing dengan industri global.
Sira Village Grand Outlet Bali (GOB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menghadirkan ruang bagi Industri Kecil dan Menengah Bali untuk menampilkan produknya berdampingan dengan berbagai merek ternama dunia.
IKM tersebut merupakan binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali. Kehadiran beragam produk kriya, busana lokal, sabun organik, hingga kerajinan perak di Sira Village menunjukkan kualitas karya perajin Bali yang memiliki daya saing tinggi.
Produk IKM Bali Bersanding dengan Brand Global
Deretan brand lokal terkurasi seperti Sunaka Jewelry, Darmawan Silver, Kahyangan Jewelry, Ipong Design, Ipong Art, Basudewa, Kembang Sari Batik Painting, hingga Phalam hadir untuk menarik perhatian para pengunjung.
Pemasaran karya lokal ke tingkat dunia kini tidak hanya harus dilakukan melalui pameran di mancanegara. Kehadiran Sira Village membuka kesempatan untuk mempertemukan produk-produk lokal Bali secara langsung dengan wisatawan internasional dalam satu destinasi ritel.
“Sira Village tentu membuka pintu selebar-lebarnya bagi IKM binaan Dekranasda. Ini bukan soal kompetisi, melainkan kolaborasi. Kami memberikan ruang bagi produk IKM Bali agar karya lokal kita yang karena keunikannya, karakternya yang khas, juga tentu kualitasnya, semakin dikenal dunia,” ujar Tantowi.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Zefri Alfaruqy, menyampaikan bahwa integrasi IKM di kawasan ritel modern merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Sejak awal, kami ingin Sira Village bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi komunitas lokal. Kehadiran IKM binaan Dekranasda Bali menjadi bukti komitmen kami dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Semoga terus bisa memberi dampak baik bagi masyarakat sekitar,” ungkap Zefri Alfaruqy.
Melalui kehadiran IKM Bali di Sira Village Grand Outlet Bali, produk lokal mendapat ruang yang lebih luas untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional sekaligus memperkenalkan kreativitas dan kualitas karya perajin Bali kepada wisatawan dari berbagai negara.
Sumber: Bisnis.com












