Kura Kura Bali, 23 Mei 2026 – Aliansi Keuangan Campuran Global G20 Bali (GBFA) bersama berbagai institusi keuangan dan mitra pembangunan internasional menyambut visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center) di Bali.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI Luhut Binsar Pandjaitan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI dalam rangkaian acara 4th SIRI Blended Finance Decisionmakers Roundtable yang berlangsung di Kampus United in Diversity (UID), Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali.
Forum ini mempertemukan pemimpin sektor keuangan global, lembaga multilateral, investor berdampak, lembaga donor, dan pejabat pemerintah untuk membahas solusi pembiayaan inovatif guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Hadir pula perwakilan dari Bank Dunia, ADB, IFC, UNDP, AIIB, KfW, Moody’s Ratings, Temasek Trust, Danantara Indonesia, INA, PT SMI, LPDP, serta berbagai organisasi internasional lainnya.
Diskusi berfokus pada pembiayaan sektor strategis seperti transisi energi, konservasi hutan, ekonomi biru, ketahanan perkotaan, inklusi keuangan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai rumah bagi GBFA, Bali semakin diperkuat posisinya sebagai pusat keuangan berkelanjutan global. Pusat Keuangan Internasional Bali yang diusulkan diharapkan menjadi gerbang yang menghubungkan modal, teknologi, dan talenta global dengan peluang investasi di Indonesia, sekaligus mendukung instrumen keuangan berkelanjutan seperti obligasi hijau, kredit karbon biru, dan solusi teknologi keuangan inklusif.
Pertemuan ini menegaskan komitmen para mitra internasional dan GBFA untuk memperkuat kolaborasi global, memobilisasi pembiayaan inovatif, serta mempercepat pencapaian target iklim dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di negara berkembang.
Source: United in Diversity












