Kura Kura Bali terus mendukung pelestarian budaya lokal dan tradisi spiritual masyarakat melalui penyelenggaraan ritual tahunan Memintar yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Serangan.
Tradisi sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1960-an ini mempertemukan ribuan warga dalam sebuah prosesi mengelilingi Pulau Serangan sebagai simbol keharmonisan, perlindungan, serta doa bersama untuk keseimbangan dan kesejahteraan.
Sebagai bagian dari prosesi, para peserta melintasi sejumlah lokasi suci yang berada di kawasan Kura Kura Bali, termasuk pura-pura dan jalur pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan warisan budaya pulau tersebut. Kura Kura Bali turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini dengan membantu memastikan aksesibilitas, keamanan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai sakral yang melekat pada upacara tersebut.
Berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, Kura Kura Bali meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus tumbuh selaras dengan budaya, masyarakat, dan alam. Keberlangsungan tradisi seperti Memintar menjadi cerminan warisan budaya yang hidup serta pentingnya menjaga identitas Bali di tengah perkembangan dan transformasi kawasan.
Sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, Kura Kura Bali tetap berkomitmen untuk menghadirkan destinasi yang memadukan pelestarian budaya dengan pertumbuhan berkelanjutan, sehingga keduanya dapat berkembang secara harmonis untuk generasi sekarang dan masa depan.
Source : Detik













