Pusat Penelitian Pengaruh Musik terhadap Otak dan Kesehatan Manusia

Kura Kura Bali Perkuat Peran sebagai Pusat Riset Musik dan Neurosains

KEK Kura Kura Bali terus memperkuat posisinya sebagai pusat kolaborasi ilmu pengetahuan, seni, dan inovasi melalui penyelenggaraan workshop “Music and Brain: Imaging Imagination – Musical Creativity and The Brain” di UID Bali Campus pada 9–11 Januari 2026.

Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini merupakan kolaborasi antara Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA)Tsinghua University, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Acara ini mempertemukan para ilmuwan, akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk mengeksplorasi pengaruh musik terhadap perkembangan otak, kesehatan, kreativitas, dan perilaku manusia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, mengapresiasi Kura Kura Bali sebagai ruang yang mempertemukan ilmu pengetahuan, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang mendukung kemajuan pengetahuan dan inovasi.

Workshop ini juga menghadirkan pakar neurosains musik dunia dari University of California, San FranciscoProf. Charles Limb, yang memaparkan penelitian mengenai peran musik dalam kesehatan mental, pembelajaran, dan koneksi sosial. Ia menyampaikan optimismenya bahwa Bali memiliki potensi menjadi salah satu pusat riset berkualitas dunia.

Selama tiga hari, peserta mengikuti diskusi ilmiah, demonstrasi teknologi, pertunjukan musik, dan kuliah umum yang memperkuat hubungan antara dunia penelitian dan masyarakat. Melalui inisiatif ini, Kura Kura Bali terus mengembangkan perannya sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Source : Media Indonesia