DENPASAR – Pengelolaan sampah organik Kura Kura Bali dilakukan melalui fasilitas Island Compost Center (ICC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Fasilitas pengolahan tersebut mulai beroperasi sejak Juni 2026 dengan kapasitas maksimal 1 ton sampah organik per hari.
Hingga Agustus 2026, Island Compost Center (ICC) tercatat telah mengolah 9,8 ton sampah organik dari kawasan tersebut. Sampah yang diproses berasal dari aktivitas perkantoran dan pemeliharaan lanskap, seperti daun, ranting, rumput, serta sisa makanan.
Sampah organik tersebut kemudian diproses menjadi kompos yang digunakan kembali untuk area hijau di kawasan Kura Kura Bali. Proses pengomposan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga menghasilkan kompos matang.
Dalam pengoperasiannya, ICC menggunakan metode open windrow composting dan ring compost.
Island Compost Center Olah Sampah Menjadi Kompos
Metode open windrow digunakan untuk pengolahan sampah organik dalam jumlah lebih besar. Sementara itu, ring compost diterapkan pada lahan yang lebih terbatas dengan tetap memperhatikan sirkulasi udara selama proses penguraian.
Pengelolaan tersebut merupakan bagian dari penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, mengatakan pengelolaan sampah di kawasan tersebut sebelumnya telah melalui tahap uji coba.
Pada periode 22 September hingga 6 Oktober 2025, sebanyak 3,4 kilogram sisa makanan diolah menggunakan teknologi biodigester anaerobik dan menghasilkan 1,3 kilogram raw compost.
“Kami tidak menunggu sistem yang sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan dan infrastruktur serta sistem pengelolaan sampah yang bisa berdampak baik bagi lingkungan,” ujar Zefri Alfaruqy, Selasa (1/9/2026).
Menurut Zefri, pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya mengurangi beban sampah yang berasal dari aktivitas di dalam kawasan.
“Pengelolaan sampah di Kura Kura Bali bukan sekadar tanggung jawab operasional, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun kawasan yang tidak membebani lingkungan sekitarnya,” katanya.
Libatkan Warga Desa Serangan
Dalam operasional Island Compost Center, pengelola kawasan turut melibatkan warga Desa Serangan sebagai tenaga kerja.
Salah seorang pekerja, Wayan Sudibya, mengaku pekerjaan tersebut merupakan pengalaman baru baginya. Ia menilai kegiatan tersebut berkaitan langsung dengan persoalan sampah yang dihadapi masyarakat.
“Sebenarnya tugas ini termasuk baru untuk saya. Programnya benar-benar mendukung program pemerintah saat ini. Karena kita sedang bergulat dengan sampah yang menjadi beban lingkungan,” ujar Wayan Sudibya.
Pekerja lainnya, Ni Ketut Serini, yang juga merupakan warga Desa Serangan, mengatakan keterlibatannya memberikan kesempatan untuk mempelajari proses pembuatan kompos.
“Tiang ucapkan terima kasih kepada Kura Kura Bali sama BTID Bali juga. Karena tiang sudah mendapatkan kesempatan bekerja dan sekaligus belajar membuat kompos,” katanya.
Gunakan Eco Enzyme dari Komunitas Lokal
Selain melibatkan tenaga kerja lokal, proses pengomposan ICC menggunakan eco enzyme yang diproduksi PT Nukari bersama Angen, komunitas binaan PT Bali Turtle Island Development (BTID).
Cairan hasil fermentasi tersebut digunakan sebagai dekomposer untuk membantu proses penguraian bahan organik.
Sementara itu, pengelolaan sampah di kawasan tidak hanya mencakup sampah organik.
Sampah anorganik dikelola oleh Manah Liang, sedangkan pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ditangani oleh PT Bhakti Bumi Berseri. Pengelolaannya dilakukan melalui mitra yang memiliki perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menuju Zero Waste to Landfill
Ke depan, pengelola KEK Kura Kura Bali menargetkan penerapan konsep zero waste to landfill secara bertahap.
Rencana tersebut antara lain melalui pembangunan Recycle Material Warehouse (RMW) untuk pemilahan material yang masih memiliki nilai guna serta Eco Edu Centre (EEC) yang dirancang sebagai tempat edukasi dan kegiatan daur ulang.
Dengan kapasitas maksimal 1 ton per hari, pengoperasian Island Compost Center (ICC) menjadi salah satu bagian dari sistem pengelolaan sampah di kawasan Kura Kura Bali.
Efektivitas pengelolaan selanjutnya akan bergantung pada konsistensi pemilahan sampah dari sumber, kapasitas pengolahan, serta pengelolaan sampah anorganik dan B3 secara berkelanjutan.
01 Sep 2026
Sumber: NusaBali.com












